{"id":5156,"date":"2023-11-04T08:14:37","date_gmt":"2023-11-04T01:14:37","guid":{"rendered":"https:\/\/mctexstyle.id\/artikel\/?p=5156"},"modified":"2023-11-04T14:07:51","modified_gmt":"2023-11-04T07:07:51","slug":"perbedaan-kain-katun-dan-rayon","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mctexstyle.id\/artikel\/perbedaan-kain-katun-dan-rayon\/","title":{"rendered":"7 Perbedaan Kain Katun dan Rayon yang Perlu Diketahui"},"content":{"rendered":"<p><strong>Perbedaan Kain Katun dan Rayon &#8211;<\/strong> Jika kamu mencari bahan kain yang memiliki kenyamanan ekstra dan juga mudah menyerap keringat, maka kain yang terbuat dari bahan dasar serat alami seperti katun, rayon, sutra, dan beberapa kain launnya bisa kamu gunakan. Namun, jika melihat perkembangan dari industry tekstil dan garmen, untuk saat ini katun rayon menjadi yang terunggul diantara jenis kain lainnya. Hal ini dikarenakan kedua bahan tersebut memiliki kenyamanan yang sama sehingga bisa saling menggantikan.<\/p>\n<p>Ketika harga katun sedang naik, biasanya produsen akan beralih menggunakan kain rayon atau katun rayon. Walaupun kedua jenis ini bisa saling menggantikan, namun ternyata katun dan rayon adalah bahan yang berbeda. Sebelum lanjut mengetahui perbedaan <a href=\"https:\/\/mctexstyle.id\/shop\/?swoof=1&amp;product_cat=kain-katun\">kain katun<\/a> dan rayon, tidak ada salahnya kita mengetahui apa itu kain katun dan juga rayon. Yuk cus!<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-light-blue ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/mctexstyle.id\/artikel\/perbedaan-kain-katun-dan-rayon\/#Apa_Itu_Kain_Katun\" >Apa Itu Kain Katun?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/mctexstyle.id\/artikel\/perbedaan-kain-katun-dan-rayon\/#Apa_Itu_Kain_Rayon\" >Apa Itu Kain Rayon?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/mctexstyle.id\/artikel\/perbedaan-kain-katun-dan-rayon\/#Perbedaan_Kain_Katun_dan_Rayon\" >Perbedaan Kain Katun dan Rayon<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/mctexstyle.id\/artikel\/perbedaan-kain-katun-dan-rayon\/#1_Bahan_Baku\" >1. Bahan Baku<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/mctexstyle.id\/artikel\/perbedaan-kain-katun-dan-rayon\/#2_Sifat_Kain\" >2. Sifat Kain<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/mctexstyle.id\/artikel\/perbedaan-kain-katun-dan-rayon\/#3_Uji_Bakar\" >3. Uji Bakar<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/mctexstyle.id\/artikel\/perbedaan-kain-katun-dan-rayon\/#4_Ketahanan_Warna\" >4. Ketahanan Warna<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/mctexstyle.id\/artikel\/perbedaan-kain-katun-dan-rayon\/#5_Perawatan\" >5. Perawatan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/mctexstyle.id\/artikel\/perbedaan-kain-katun-dan-rayon\/#6_Kenyamanan\" >6. Kenyamanan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/mctexstyle.id\/artikel\/perbedaan-kain-katun-dan-rayon\/#7_Proses_Produksi\" >7. Proses Produksi<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/mctexstyle.id\/artikel\/perbedaan-kain-katun-dan-rayon\/#Penutup\" >Penutup<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Itu_Kain_Katun\"><\/span>Apa Itu Kain Katun?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><a href=\"https:\/\/mctexstyle.id\/shop\/?swoof=1&amp;product_cat=kain-katun\">Kain katun<\/a> adalah bahan yang terbuat dari serat alami dari tanaman kapas atau dalam Bahasa latin disebut <em>Gossypium<\/em>. Tanaman ini biasanya tumbuh di daerah tropis dan juga subtropis, karakter seratnya sangat halus dan juga ringan.<\/p>\n<blockquote><p><a href=\"https:\/\/mctexstyle.id\/shop\/?swoof=1&amp;product_cat=kain-katun\">Cek Produk Kain Katun Disini<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p>Jika dari jenis bahan bakunya sendiri, kain katun bisa dikategorikan menjadi beberapa jenis. Diantaranya adalah:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Pima Cotton<\/strong>: Adalah serat kapas yang memiliki kualitas terbaik dari tanaman kapas yang tumbuh di wilayah Amerika Selatan. Serat dari pima cotton sendiri sangat panjang dan tentunya halus.<\/li>\n<li><strong>Egyptian Cotton<\/strong>: Kualitasnya hampir sama dengan pima cotton, namun asal dari jenis ini ialah dari Mesir.<\/li>\n<li><strong>Upland Cotton<\/strong>: Merupakan serat kapas pendek yang pada umumnya tumbuh di Amerika Tengah, Mexico, dan juga Timur Tengah. Hampir 90% kapas yang diproduksi di seluruh dunia menggunakan jenis ini.<\/li>\n<li><strong>Organic Cotton<\/strong>: Adalah serat dari biji kapas yang dalam budidayanya tidak menggunakan bahan kimia atau pun proses genetika buatan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sebelum menjadi sebuah kain, serat melewati serangkaian proses spinning hingga menjadi undaian benang. Kemudian benang ini akan diproses oleh industri weaving atau pertenunan. Kain katun menjadi favorit banyak orang dikarenakan sifatnya yang kuat, nyaman saat dikenakan, hingga daya serat terhadap keringat sangat baik.<\/p>\n<blockquote><p><a href=\"https:\/\/mctexstyle.id\/shop\/?swoof=1&amp;product_cat=kain-katun\">Cek Produk Kain Katun Disini<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Itu_Kain_Rayon\"><\/span>Apa Itu Kain Rayon?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><a href=\"https:\/\/mctexstyle.id\/shop\/?swoof=1&amp;product_cat=kain-rayon\">Kain rayon<\/a> adalah serat hasil regenerasi selulosa dari pulp atau serat kayu yang sudah dihaluskan. Walaupun memang berbahan dasar selulosa, kain rayon sendiri tidak bisa dikategorikan sebagai kain alami karena proses pengolahannya menggunakan zat kimia yang cukup tinggi.<\/p>\n<blockquote><p><a href=\"https:\/\/mctexstyle.id\/shop\/?swoof=1&amp;product_cat=kain-rayon\">Cek Produk Kain Rayon Disini<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p>Rayon sendiri sudah mulai dikenal mulai dari abad ke 19 dan dikenal sebagai bahan pengganti dari sutra dan menjadi serat pertama yang dibuat oleh manusia. Pembuatan serat rayon sendiri dimulai dari pelarutan selulosa, kemudian diproses menggunakan berbagai metode dan juga bahan kimia. Apabila didasarkan pada proses dan jenis zat kimia yang digunakan, rayon sendiri bisa dibagi menjadi beberapa jenis, diantaranya adalah:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Cupro Process<\/strong>: Adalah pelarutan selulosa dengan campuran copper dan juga ammonia.<\/li>\n<li><strong>Viscose Process<\/strong>: Merupakan pelarutan selulosa menggunakan alkali dan juga karbon disulfida. Proses ini adalah proses yang paling sering digunakan oleh pasar.<\/li>\n<li><strong>Lyocell Process<\/strong>: Adalah proses pelarutan selulosa dengan dibantu oleh oksidasi ammonia. Proses pembuatan dengan menggunakan Teknik ini memerlukan biaya yang cukup besar, meskipun memang ramah lingkungan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Bahan rayon merupakan salah satu jenis kain semi sintetis yang sering digunakan dalam industri tekstil dan fashion. Kualitas dan kenyamanan yang ditawarkan dari busana yang terbuat dari rayon tidak kalah dengan serat alami lainnya. Untuk perawatannya sendiri, busana yang terbuat dari kain rayon terbilang cukup mudah.<\/p>\n<blockquote><p><a href=\"https:\/\/mctexstyle.id\/shop\/?swoof=1&amp;product_cat=kain-rayon\">Cek Produk Kain Rayon Disini<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p>Rayon menjadi bahan favorit untuk home dress, mukena, hingga blouse karena sifat kain yang lembut, flowy, dan juga ringan.<\/p>\n<p>Nah, itu dia sedikit informasi mengenai kain katun dan rayon. Selanjutnya, kita akan membahas topik utama kita yaitu perbedaan kain katun dan rayon. Apa saja perbedaannya? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perbedaan_Kain_Katun_dan_Rayon\"><\/span>Perbedaan Kain Katun dan Rayon<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_5159\" aria-describedby=\"caption-attachment-5159\" style=\"width: 1021px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-5159\" src=\"https:\/\/mctexstyle.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Perbedaan-Kain-Katun-dan-Rayon-1.jpg\" alt=\"Perbedaan Kain Katun dan Rayon \" width=\"1021\" height=\"550\" srcset=\"https:\/\/mctexstyle.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Perbedaan-Kain-Katun-dan-Rayon-1.jpg 1021w, https:\/\/mctexstyle.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Perbedaan-Kain-Katun-dan-Rayon-1-300x162.jpg 300w, https:\/\/mctexstyle.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Perbedaan-Kain-Katun-dan-Rayon-1-768x414.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1021px) 100vw, 1021px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5159\" class=\"wp-caption-text\">Perbedaan Kain Katun dan Rayon<\/figcaption><\/figure>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Bahan_Baku\"><\/span>1. Bahan Baku<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Perbedaan kain katun dan rayon yang pertama ada pada bahan dasar pembuatan keduanya. Untuk kain katun sendiri terbuat dari serat alami biji kapas, sedangkan kain rayon terbuat dari material serat selulosa regenerasi yang diproses dengan bantuan bahan kimia. Hal inilah yang membuat kain rayon disebut serat semi sintetis karena tidak bisa dikategorikan serat alami atau pun buatan.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Sifat_Kain\"><\/span>2. Sifat Kain<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Perbedaan kain katun dan rayon selanjutnya adalah dari sisi sifat dan karakter kain. Diantaranya adalah:<\/p>\n<ul>\n<li>Apabila dilihat secara kasat mata, permukaan kain rayon tampak sedikit efek kilap dan cenderung licin. Hal inilah yang membuat kain ini dijuluki sebagai kain pengganti sutera. Sementara untuk tampilan kain katun lebih berkesan doff, tanpa kilau sedikitpun.<\/li>\n<li>Dari tekstur kain sendiri pada saat diraba, kain rayon akan terasa lebih lembut dibandingkan dengan kain katun.<\/li>\n<li>Dari segi kekuatan, kain katun lebih unggul dalam konsisi kering ataupun basah. Bahkan, ketahanan serat kapasnya akan meningkat ketika basah, sedangkan rayon justru akan kehilangan kekuatan. Sifat yang satu ini tentu saja bisa memengaruhi metode perawatan dan juga daya tahan produk berahan katun serta rayon.<\/li>\n<li>Sifat kain rayon jauh lebih flowy, sementara kain katun sedikit kaku.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Uji_Bakar\"><\/span>3. Uji Bakar<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Untuk mengetahui bahwa kain yang kamu miliki adalah katun atau rayon bisa menggunakan uji pembahakaran. Silakan potong ujung kain kemudian dibakar. Serat kapas pada bahan katun bisa meneruskan pembakaran hingga menyisakan abu lembut berwarna lebih terang mirip bedak. Sedangkan kain rayon akan lebih cepat meneruskan pembakaran hingga menghasilkan abu berwarna lebih gelap.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Ketahanan_Warna\"><\/span>4. Ketahanan Warna<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Perbedaan Kain Katun dan Rayon adalah pada ketersediaan warna, bahan katun memiliki warna yang terbatas dan tidak secerah rayon. Sedangkan kain rayon memiliki banyak varian warna dan tampak lebih cerah.<\/p>\n<p>Namun, warna yang ada pada bahan katun memiliki ketahanan yang lama dan awet meskipun sudah dicuci berulang kali. Berbeda dengan bahan rayon yang warnanya lebih mudah memudar.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Perawatan\"><\/span>5. Perawatan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Dari segi perawatan, jenis katun lebih mudah untuk dirawat karena memiliki struktur benang yang lebih kuat dan warnanya tidak mudah pudar. Sementara untuk bahan rayon, perawatannya hampir sama mudahnya, namun terdapat risiko pada warna yang mudah pudar dan benangnya yang kusut ketika dicuci dengan cara yang tidak benar.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Kenyamanan\"><\/span>6. Kenyamanan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Untuk kamu yang senang melakukan aktivitas di luar ruangan, maka pilihan outfit yang terbuat dari bahan katun bisa menjadi pilihan yang tepat. Katun adalah jenis kain yang memiliki sifat menyerap keringat dengan baik sehingga tidak akan menimbulkan bau tidak sedap saat beraktivitas.<\/p>\n<p>Sebaliknya, bahan rayon tidak menyerap keringat sehingga apabila digunakan di luar ruangan akan terasa gerah dan menimbulkan bau tidak sedap.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_Proses_Produksi\"><\/span>7. Proses Produksi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Proses produksi kain rayon bisa dibilang cukup mudah dan bisa diproduksi dalam kuantiti yang banyak dalam satu waktu. Sementara kain katun memiliki sumber daya yang lebih terbatas sehingga proses produksinya menjadi lebih lama. Hal inilah yang membuat kain rayon memiliki harga lebih murah di pasaran dibandingkan kain katun.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penutup\"><\/span>Penutup<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Dan itu dia pembahasan singkat mengenai perbedaan kain katun dan rayon yang mungkin bisa dijadikan bahan referensi untuk membuat busana favorit. Semoga artikel yang <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/mctexstyle\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mintex<\/a> berikan ini dapat bermanfaat yah ^^<\/p>\n<!-- RatingBintangAjaib -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perbedaan Kain Katun dan Rayon &#8211; Jika kamu mencari bahan kain yang memiliki kenyamanan ekstra dan juga mudah menyerap keringat, maka kain yang terbuat dari bahan dasar serat alami seperti katun, rayon, sutra, dan beberapa kain launnya bisa kamu gunakan. Namun, jika melihat perkembangan dari industry tekstil dan garmen, untuk saat ini katun rayon menjadi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6778,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_joinchat":[],"footnotes":""},"categories":[14,7],"tags":[9,182,16,28],"class_list":["post-5156","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-jenis-kain","category-tips-kain","tag-jenis-kain","tag-kain-katun","tag-kain-rayon","tag-tips-kain"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mctexstyle.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5156","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mctexstyle.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mctexstyle.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mctexstyle.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mctexstyle.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5156"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/mctexstyle.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5156\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6779,"href":"https:\/\/mctexstyle.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5156\/revisions\/6779"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mctexstyle.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6778"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mctexstyle.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5156"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mctexstyle.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5156"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mctexstyle.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5156"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}