Aljuni Hirossie Berbagi informasi mengenai tips fashion, tips kain, dan inspirasi outfit untuk tampil elegan nan cantik setiap harinya.

Mengenal Kain Songket: Sejarah, Jenis, Harga, Model dan Motifnya

5 min read

Mengenal Kain Songket: Sejarah, Jenis, Harga, Model dan Motifnya

Kalo kamu orang Palembang, pasti tahu Kain Songket. Kain Songket merupakan sebuah kain tradisional yang dibuat secara manual menggunakan teknik tenun songket. Dimana penenun akan menambahkan benang emas, perak atau benang berwarna lain pada tenunan dasarnya untuk membentuk pola motif timbul yang unik dan berkilau.

Kain Songket termasuk salah satu kain yang memiliki kualitas premium, bahkan sering dijadikan sebagai bahan oleh-oleh dari Palembang dan banyak bisa kita lihat di berbagai Aplikasi Live Streaming Online Gratis

Selain karena proses pembuatannya yang membutuhkan waktu lama hingga berbulan-bulan, kualitas benang yang digunakan juga sangat bagus. Sehingga menghasilkan kain dengan kualitas yang sangat baik. 

Harga kain songket di pasaran cukup tinggi, perhelainya dijual mulai dari Rp200.000 hingga Rp15.000.000 per helai kain menurut dunia finansial Kubik Tekno

Sejarah Kain Songket

Kain songket mengalami perjalanan panjang hingga lestari sampai sekarang. Sejarahnya erat sekali dengan budaya melayu yang dipengaruhi oleh perdagangan internasional.

Songket pertama kali muncul di wilayah Sumatera Barat yaitu di Minangkabau dan Palembang dan juga Riau pada abad ke 13 hingga 16. Teknik tenun songket ini merupakan hasil dari akulturasi budaya lokal yang dipengaruhi India, Arab dan Tiongkok. Benang emas pada kain songket dulu didatangkan dari India. 

Kemudian pada masa kerajaan Sriwijaya, kain songket menjadi simbol kemewahan dan juga status sosial yang menunjukkan strata sosial tinggi. Karena hanya kalangan bangsawan dan raja saja yang mengenakan kain ini.

Kain songket ini bukan kain sembarangan, selain karena proses pembuatannya yang unik, motif pada kain ini juga memiliki makna dan filosofi tertentu, misalnya:

  1. Pola pucuk rebung melambangkan pertumbuhan dan juga harapan
  2. Pola bunga teratai melambangkan kesucian dan kehidupan

Seiring dengan perkembangannya, kain songket ini merambah ke berbagai daerah di Indonesia seperti Palembang, Minangkabau, Lombok (songket Sasak), hingga Kalimantan. Bahkan kain songket dari berbagai daerah ini memiliki pola dan motif yang berbeda-beda sesuai dengan budaya masing-masing daerahnya. 

Hingga saat ini, kain songket berkembanga menjadi fashion modern yang diaplikasikan ke berbagai busana seperti kebaya, dress, aksesoris dan berbagai fashion lainnya. 

Hal Unik dari Kain Songket

Selain merupakan warisan budaya dan mengalami perjalanan panjang. Kain songket memiliki beberapa hal unik, di antaranya:

1. Dibuat dengan Proses yang Lama

Membuat sehelai kain songket membutuhkan waktu hingga berbulan-bulan. Hal ini karena proses pembuatannya dilakukan secara manual menggunakan alat tenun songket.

2. Dibuat dengan Benang Emas dan Perak

Selain itu, untuk membuat motif, kain ini menggunakan benang emas, perak dan juga benang berwarna.

3. Dulu Hanya Boleh Dipakai Oleh Bangsawan dan Raja

Dulu kain ini tidak boleh dipakai oleh warga sipil biasa, hanya orang-orang kaya, keturunan raja atau bahkan hanya dipakai oleh raja saja. Tidak ada masyarakat biasa yang memiliki kain songket ini.

4. Motif Kain Songket Bermakna Filosofis

Bahkan setiap motif yang dibuat pada kain songket, memiliki makna filosofis yang berbeda-beda. Bahkan kain songket dari daerah lain juga demikian. Simbol dan motif yang dibuatnya beda-beda dengan makna filosofis yang berbeda pula.

Jenis-jenis Kain Songket 

Berdasarkan daerah pembuatnya, kain songket dibedakan menjadi beberapa jenis. Bahkan setiap daerah juga punya beberapa jenis kain songket berdasarkan motif yang mereka buat. Nah, berikut adalah jenis-jenis kain songket yang bisa kita jumpai di berbagai daerah di Indonesia:

1. Songket Palembang

Songket Palembang merupakan salah satu kain songket paling populer di Indonesia. Songket Palembang juga memiliki beberapa jenis, diantaranya:

  • Songket lepus
  • Songket tabur
  • Songket bunga-bunga
  • Songket limar
  • Songket tretes
  • Songket rumpak

2. Songket Minangkabau

Songket minangkabau memiliki motif dan ciri khas yang unik. Adapun beberapa jenis kain songket dari minangkabau, yaitu:

  • Songket pandai sikek
    • Pucuk Rebung
    • Biji Bayam
    • Saik Kalamai
    • Saluak Laka
    • Batang pinang
  • Songket silungkang
    • Bada mudiak
    • Sirangkak
    • Berantai

3. Songket Lombok

Songket lombok juga memiliki ciri khas dengan warna warna cerah dan motif yang padat. Beberapa jenis songket dari Lombok, diantaranya yaitu:

  • Songket Subahnale
  • Songket wayang
  • Songket ragi genep
  • Songket keker
  • Songket serang penginang

4. Songket Riau

Kain songket Riau ini motifnya lebih mengutamakan flora dan fauna. Mereka punya beberapa jenis songket dengan berbagai motif, seperti:

  • Songket pucuk rebung 
  • Tampik manggis
  • Awan larat
  • Siku keluang
  • Itik pulang petang
  • Songket bunga

5. Songket Bali

Songket Bali memiliki ciri khas yang jauh lebih unik lagi. Warna-warna yang cerah serta motif yang padat menjadi ciri khas Songket Bali. Adapun beberapa jenis songket Bali diantaranya:

  • Songket Sidemen
    • Cempaka 
    • Nagasari
    • Celedan
  • Songket Buleleng
  • Songket Negara
    • Patra Cina
    • Patra Sari
    • Patra Mas-Masan

6. Songket Kalimantan

Untuk wilayah Kalimantan, pengrajin songket ini ada di dua daerah yaitu di Kalimantan Barat dan Timur. Berikut adalah jenis-jenis songketnya:

  • Songket Sambas (Kalimantan Barat)
    • Motif pucuk rebung
    • Kaki ayam
  • Songket Kalimantan Timur
    • Samarinda 
    • Berau

Macam-Macam Motif Kain Songket

Di atas secara sekilas sudah kita bahas beberapa motif kain songket di beberapa dearah. Nah di sini kita buat lebih detail lagi.

Jadi, kain songket ini memiliki motif dan model yang berbeda-beda. Setiap daerah pembuatnya memiliki motif yang berbeda, biasanya hal ini dipengaruhi oleh budaya mereka sendiri. 

Adapun beberapa jenis motif kain songket di antaranya yaitu:

1. Motif Tumbuhan (Flora)

Ini adalah motif paling banyak digunakan. Bahkan di semua daerah hampir menggunakan motif ini. Beberapa motif tumbuhan yang sering digunakan, yaitu:

  • Pucuk rebung
  • Bunga
  • Tampuk manggis

2. Motif Hewan (Fauna)

Motif kedua yaitu terinspirasi dari hewan. Beberapa jenis motif hewan yang sering digunakan dalam tenun kain songket yaitu:

  • Itik pulang petang 
  • Bada mudiak
  • Keker
  • Siku keluang

3. Motif Geometris

Motif ini memiliki bentuk geometris seperti garis, kotak, hingga pola zig zag. Hal ini mencerminkan ketelitian penenun atau pembuat kain songket. 

Beberapa contoh motif geometris yaitu:

  • Ragi genep
  • Saluk laka
  • Tretes

4. Motif Simbol atau Benda

Dan jenis motif terakhir yang sering digunakan adalah motif simbol atau benda. Beberapa diantaranya yang sering digunakan, yaitu:

  • Subahnale
  • Wayang
  • Celedan

Proses Pembuatan Kain Songket

Membuat kain songket tidaklah semudah yang dibayangkan. Butuh serangkaian proses pembuatan yang rumit. Pasalnya, kain songket dibuat secara manual bukan menggunakan mesin canggih. Kain ini dibuat menggunakan songket secara manual.

1. Persiapan Benang

Tahap awal pembuatan kain songket dimulai dari persiapan benang. Pada proses ini, benang sutra atau katun dicelupkan dulu ke dalam pewarna alami. Walau saat ini banyak juga yang mulai menggunakan pewarna kimia.

Kemudian setelah dicelup, benang dikeringkan lalu dipintal dengan pintalan kecil untuk dipersiapkan ke alat songket.

2. Penyusunan Benang (Mencucuk)

Kemudian benang yang sudah digulung tadi, kemudian disusun pada alat tenun gedongan. Penenun harus memastikan bahwa benang terpasang dengan baik.

3. Pembuatan Motif (Menyolek)

Proses berikutnya adalah pewarnaan, ini adalah proses paling lama diantara banyak proses. Hal ini juga yang membedakan antara songket tenun dan songket biasa. Pada tahapan ini, penenun akan menyisipkan motif pada benang yang akan dibuat menjadi kain, mulai dari penyisipan benang, emas, atau perak sesuai kebutuhan.

4. Menenun

Setelah proses penyisipan motif selesai dilakukan, berikutnya adalah proses kerja menenun. Benang sutra atau katun ini akan diayunkan menggunakan alat songket, kemudian disatukan dengan motif yang sudah disisipkan sampai selesai terbentuk menjadi sebuah kain utuh.

5. Finishing

Setelah kain selesai ditenun, proses berikutnya adalah proses akhir dari pembuatan kain songket. Pada tahapan ini, kain diambil dari alat songket, kemudian sisa-sisa benang akan dibuang dan kain akan dipotong sesuai dengan kebutuhan. 

Harga Kain Songket

Harga kain songket ini bervariasi tergantung dari ukuran, jenis, dan dari mana kain songket itu berasal. Setiap daerah penenun biasanya punya rating harga berbeda, hal ini karena beda proses pembuatan dan motif yang digunakan pada kain songket.

Namun jika kita buka situs ecommerce seperti Shopee, Tokopedia dan situs lainnya, maka kita bisa ambil data rata-rata harga disana. Rata-rata harga kain songket dijual mulai dari Rp200.000 hingga Rp15.000.000 per helai kainnya. 

Kenapa Harga Kain Songket Mahal?

Kain songket memang beda dari kain lain pada umumnya. Hal tersebut bukan tanpa alasan, selain karena proses pembuatannya yang tidak mudah juga ada beberapa alasan lainnya. Adapun alasan kenapa kain songket bisa mahal, yaitu karena alasan berikut:

  1. Proses pembuatannya yang rumit dan butuh waktu lama
  2. Dikerjakan secara manual oleh penenun profesional
  3. Bahan yang digunakan harganya mahal, dibuat menggunakan kain sutra, emas dan juga perak
  4. Setiap kain memiliki bentuk dan corak motif yang unik, 1 kain beda dengan kain lainnya
  5. Merupakan warisan budaya

Kelebihan Kain Songket

Kain songket adalah salah satu jenis kain terbaik yang ada di negeri ini. Banyak kelebihan yang dimilikinya, seperti:

  1. Memiliki nilai budaya yang tinggi
  2. Karena dibuat dengan bahan berkualitas, kesannya terasa lebih mewah
  3. Lebih awet dan tahan lama, beda dengan kain lain pada umumnya
  4. Setiap motif pada kain songket memiliki makna dan filosofis yang unik
  5. Cocok digunakan untuk acara resmi atau acara adat
  6. Bisa jadi media investasi, dijual kembali pasti ada yang beli lagi bahkan semakin lama semakin mahal
  7. Kain dengan strata sosial tinggi

Fungsi Kain Songket

Kain songket bisa digunakan untuk berbagai keperluan. Baik untuk acara resmi (formal) maupun nonformal. Adapun beberapa fungsi lain dari kain songket selain untuk busana, yaitu digunakan untuk:

  1. Simbol status sosial
  2. Dekorasi interior seperti hiasan dinding dan lainnya
  3. Cinderamata atau hadiah eksklusif
  4. Fashion modern
  5. Busana adat 

 

Akhir Kata

Kain songket menjadi salah satu produk lokal kebanggaan Indonesia. Beberapa jenis kain songket Palembang, kain songket Melayu atau kain songket Bali menjadi simbol mewah busana Indonesia di mancanegara. 

Bahkan beberapa turis atau kunjungan pemerintah luar negeri, sering kali diberikan cinderamata kain songket ini. Selain memiliki kualitas yang bagus, ini juga merupakan warisan budaya Indonesia yang memiliki banyak makna dan filosofi yang mendalam.

Title: Mengenal Kain Songket: Sejarah, Jenis, Harga, Model dan Motifnya

Deskripsi

Mengenal kain songket lebih dekat! Dapatkan informasi tentang sejarah, jenis, harga, model, dan motifnya. Temukan keunikan yang memikat! 

KW Utama: Kain Songket

Backlink Media: mctexstyle.id

 

Jenis Kain

Aljuni Hirossie Berbagi informasi mengenai tips fashion, tips kain, dan inspirasi outfit untuk tampil elegan nan cantik setiap harinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *